Pengertian Return On Asset (ROA) Lengkap dengan Rumus

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on tumblr
Pengertian return on asset atau ROA ialah rasio profitability yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan atau perseroan dalam menggunakan laba.

Kinerja keuangan suatu perseroan dapat diukur dengan berbagai rasio, salah satunya ialah ROA. Pengertian return of asset atau ROA ialah profitability ratio yang digunakan perseroan untuk menaksir laba yang digunakan.

Pengukuran laba dengan menggunakan ROA diambil dari data penggunaan semua aset perseroan. Laba yang dihitung dengan ROA ini khusus net profit dari hasil pemanfaatan aset.

Tujuan Penggunaan ROA oleh perseroan

Tujuan ROA memang dibuat oleh perseroan guna kepentingan mengevaluasi kinerja internal mereka. Akan tetapi, perhitungan return on asset juga bisa dinikmati hasilnya oleh pihak lain, seperti beberapa tujuan ROA ini:

  • Menghitung net profit dalam satu periode yang ditentukan
  • Membandingkan laba perseroan antar periode
  • Menghitung besaran tax dan net profit setelah tax
  • Mengevaluasi produktivitas dana yang dipakai dari pinjaman maupun modal perseroan
  • Menilai posisi net profit

Jadi, penghitungan menggunakan komponen ROA juga bermanfaat untuk mengetahui besarnya tax. Dengan begini perseroan bisa membayarkan kewajibannya dengan tepat dan badan tax serta negara juga tidak dirugikan.

Kelebihan Penggunaan Rasio ROA

Kelebihan penggunaan ROA yang diungkapkan oleh para ahli diantaranya Abdul Halim dan Munawir, yaitu :

  1. perseroan memfokuskan diri untuk memaksimalkan net profit
  2. Penggunaan ROA sebagai instrumen penilaian efektifitas perseroan
  3. Pengukuran efisiensi pemakaian seluruh modal
  4. Dapat mengetahui posisi keuangan dengan tepat

Kelemahan Penerapan ROA

Dipakainya ROA memang memiliki manfaat yang besar bagi perseroan tetapi, ada pula kelemahan ROA. Kekurangan tersebut yaitu sebagai alat ukur ROA sangat dipengaruhi aset tetap. Kemudian ROA juga bisa memuat penyimpangan lumayan besar terutama pada kondisi inflasi.

Rumus Perhitungan yang Dipakai ROA

Rumus ROA menurut para ahli jika hanya dilihat dari rumusnya saja terlihat sederhana. Rumus ini hanya melibatkan 2 komponen yaitu net profit setelah dipotong besaran tax, serta total aset.

ROA = net profit setelah dipotong tax : seluruh aset X 100%

Setelah dilakukan penghitungan ROA, kemudian perseroan bisa melakukan  analisis ROA. Semakin tinggi angka yang dihasilkan maka semakin baik pula kinerja perseroan selama periode waktu yang dihitung tersebut.

Itulah pengertian return of asset yang dilengkapi dengan kelebihan serta kekurangan penggunaanya. Pada informasi di atas juga sudah dilengkapi rumus perhitungan ROA yang berlaku.