Inklusi Keuangan: Pengertian, Fungsi dan Perkembangannya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on tumblr
Inklusi keuangan merupakan upaya peningkatan akses sistem keuangan dan pemahaman literasi segmen masyarakat khusus seperti disabilitas, pedalaman, dan lainnya.

Istilah inklusi keuangan mulai populer sejak tahun 2008, khususnya setelah krisis terjadi pada segmen masyarakat inklusi seperti penyandang disabilitas, masyarakat pinggiran, daerah pelosok, kalangan buruh legal, dan sebagainya.

Akses penggunaan berbagai teknologi dan layanan keuangan yang rendah di kalangan segmen masyarakat tersebut mendorong dunia dan pemerintah Indonesia untuk fokus menggeliatkan keuangan inklusi untuk peningkatan perekonomian secara umum.

Fungsi Inklusi Keuangan Bagi Perekonomian Masyarakat

Pengembangan inklusi keuangan Indonesia didasarkan pada PP No.82 tahun 2016 yang berisi tentang strategi keuangan inklusi secara nasional.

Pengembangan keuangan di segmen ini ditujukan untuk:

  • Meningkatkan potensi pasar yang baru bagi kalangan perbankan
  • Mengurangi adanya kesenjangan ekonomi yang terjadi antar lapisan masyarakat
  • Mendorong peningkatan efisiensi keuangan nasional
  • Meningkatkan pertumbuhan ekonomi skala lokal dan nasional
  • Mendorong stabilitas sistem ekonomi secara keseluruhan
  • Membantu meningkatkan angka Human Development Index (HDI) di Indonesia

Manfaat inklusi keuangan secara langsung sebenarnya ditujukan bagi masyarakat yang menjadi objek pengembangan segmen ini.

Akses sistem keuangan yang lebih baik akan membantu meningkatkan taraf kehidupan masyarakat secara umum.

Hadirnya berbagai fintech hari ini misalnya, secara langsung juga membantu pengembangan inklusi keuangan yang saat ini sedang digalakkan pemerintah.

Pengembangan Inklusi Keuangan

Bagaimana cara pengembangan inklusi keuangan di Indonesia yang dijalankan pemerintah saat ini?

Tidak cukup dengan program-program keuangan yang menyentuh lapisan masyarakat terkait, tetapi juga perlu digiatkan literasi keuangan yang sangat membantu pemahaman masyarakat.

Inklusi keuangan dan literasi keuangan menjadi dua hal penting yang harus secara seimbang digalakkan.

Kemampuan seseorang memahami informasi, hingga menggunakan berbagai fasilitas dan sistem keuangan yang ada, itulah yang dikatakan dengan literasi keuangan yang baik.

Masyarakat di segmen inklusi yang belum menggunakan berbagai layanan keuangan umumnya karena memiliki pemahaman literasi yang rendah.

Sebagai contoh menyimpan uang di bank menjadi hal yang tidak menarik bagi masyarakat ini dan lebih aman menyimpan uang cash di rumah.

Edukasi tentang literasi keuangan menjadi hal yang dibutuhkan sampai pada level mereka bersedia menggunakan sistem dan pengetahuan keuangan yang sudah diketahuinya.

Mengembangkan inklusi keuangan di Indonesia merupakan bagian pembangunan ekonomi yang harus digiatkan secara berkelanjutan.