Minim Resiko! Ini Cara Memulai Investasi bagi Pemula yang Profitable

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on tumblr
Ingin berinvestasi? Tapi takut rugi? Jangan bingung, ada cara memulai investasi bagi pemula yang menguntungkan dan mudah dilakukan dengan resiko kecil.

Cara memulai investasi bagi pemula, tampaknya menjadi topik yang kini mulai banyak dipelajari banyak orang. Fakta tersebut tak lepas dari semakin banyaknya yang mulai sadar betapa perlunya melakukan investasi guna menjamin kondisi finansial di masa mendatang. Bahkan, kini mulai banyak kawula muda yang memprioritaskan investasi daripada menghamburkan uang demi memenuhi kebutuhan hedonis. Dengan begitu, jelas sudah bila masyarakat kita sedikit banyak sudah mulai memahami pentingnya untuk melakukan investasi sejak muda. Hanya saja, tak bisa dipungkiri bahwa akan ada berbagai resiko dari setiap langkah dalam berinvestasi. Namun, segala akibat atau dampak, baik berupa kerugian finansial maupun waktu, semuanya bisa diminimalisir dengan langkah atau cara investasi yang benar. Yakni, salah satunya dengan memperhatikan beberapa aspek terkait sebagai persiapan sebelum mengawalinya. Nah, dalam penerapannya, ada beberapa cara berinvestasi yang benar dan sesuai kemampuan/kebutuhan. Khususnya untuk Anda yang masih muda.

Alasan Berinvestasi dari Usia Muda

Ada beberapa faktor penting untuk Anda pahami kenapa berinvestasi sejak muda adalah langkah berharga. Tak bisa dipungkiri saat menginjak usia muda, khususnya para pemula umur 18 tahun, tentu akan memiliki lebih banyak kesempatan dalam menjamin finansial di masa mendatang. Sebab, salah satu faktor yang memicu kesuksesan dalam investasi, tentu dibangun sejak sedini mungkin. Dimana, akan banyak pengalaman yang didapat sebagai bahan pembelajaran ketika memulai investasi. Nah, fakta tersebut agaknya saat ini sudah mulai dipahami oleh banyak anak muda, tak terkecuali para mahasiswa. Apalagi, saat ini didukung pula dengan banyak pilihan produk investasi untuk mahasiswa yang sudah mulai disesuaikan dengan kondisi finansial mereka. Sehingga, tak bisa kita pungkiri bahwa di masa-masa tersebut, tentu menjadi langkah awal yang sangat tepat untuk memutuskan berinvestasi.

Berinvestasi dalam peningkatan karier hampir selalu menghasilkan keuntungan tertinggi bagi orang-orang dengan pendapatan rendah, tetapi itu tidak berarti menabung dan investasi yang lebih tradisional tidak diperlukan. Faktanya, sebagian besar waktu memiliki tabungan sangat penting untuk meluncurkan fase baru dalam hidupnya.

Bahkan dengan penghasilan rendah, Anda harus menargetkan untuk menyimpan setidaknya 10% dari penghasilan Anda dalam bentuk tunai. Jika Anda melakukan ini secara konsisten selama satu tahun, Anda akan memiliki tabungan yang signifikan di akhir tahun. Itu cukup uang untuk membayar tagihan medis kecil, perbaikan mobil, dan masih punya cukup uang untuk menginvestasikan sejumlah uang untuk buku, peralatan, atau perlengkapan untuk membantu diri Anda sendiri maju dalam karier Anda.

Jika Anda kesulitan menyimpan tabungan, saya sarankan untuk membuat akun di aplikasi manajemen keuangan yang memudahkan untuk mengatur rencana tabungan otomatis di mana Anda memisahkan uang dari rekening giro Anda, dan melacak kemajuan menuju tujuan Anda.

Apa itu Investasi

Setelah berinvestasi dalam peningkatan karier dan tabungan tunai, jalan investasi berikutnya yang perlu dipertimbangkan adalah apa pun yang Anda ketahui dengan baik. Beberapa orang bisa menginvestasikan uang untuk sepatu kets. Beberapa orang dapat menginvestasikan uang untuk membeli mobil bermutu rendah yang mereka perbaiki dan jual untuk mendapatkan keuntungan. Orang lain dapat berinvestasi dalam inventaris untuk bisnis online.

Jika Anda memiliki kemampuan untuk membeli rendah dan menjual tinggi di bidang tertentu, maka Anda harus menginvestasikan uang Anda di bidang itu. Bisakah Anda mengubah furnitur kayu tua menjadi pusaka keluarga? Kemudian habiskan waktu Anda di pasar loak. Anda tidak perlu menginvestasikan uang Anda di saham atau real estat untuk menjadi investor nyata. Investor membelanjakan uangnya dengan harapan mendapat untung. Ketika Anda melihat peluang yang menguntungkan, manfaatkanlah itu.

Ada banyak istilah atau teori yang menyebut tentang apa yang dimaksud investasi. Namun, satu yang jelas bahwa istilah investasi tak lepas dari tujuan investasi itu sendiri, yakni untuk memperoleh keuntungan melalui penanaman aset. Baik aset yang berupa uang maupun barang berharga yang nilai jualnya diprediksi akan mengalami kenaikan di waktu mendatang. Keuntungan ini tentunya didapat dan bisa dipergunakan di masa depan. Seperti membangun rumah atau membuka sebuah usaha/bisnis. Dikarenakan membutuhkan waktu yang tak singkat maka investasi pun lebih baik dimulai sejak dini agar kedepan profit yang didapat lebih maksimal. Sehingga, sudah jelas dan pasti bahwa apa itu istilah investasi tentu tak bisa dilepaskan dari tujuannya untuk mendapat profit melalui aset.

Jenis-Jenis Investasi

Jika Anda seorang pemula yang ingin memulai investasi, ada banyak pilihan atau jenis investasi yang bisa Anda tentukan. Di antaranya sebagai berikut.

Reksadana

Sebagai informasi bahwa reksadana adalah gabungan dana yang dikelola dalam satu pengelolaan untuk digunakan membeli instrumen keuangan. Sebut saja seperti obligasi atau saham. Perlu untuk Anda ketahui juga bahwa reksadana sendiri dinilai merupakan salah satu alat atau produk investasi yang paling mudah dan memiliki resiko kerugian minim. Cara kerjanya pun cukup sederhana yang mana mengharuskan keberadaan seorang manajer investasi. Nantinya, sistem investasi pun ke depan akan dibagi pada beberapa instrumen dengan cara verifikasi. Sistem seperti ini tentu saja dirasa lebih aman karena mampu meminimalisir kerugian besar yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Nah, jika Anda bersiap untuk berinvestasi melalui reksadana maka ada beberapa pilihan jenis yang patut Anda pertimbangkan. Di antaranya sebagaimana berikut.

  • Reksadana Pendapatan Tetap. Jenis ini menggunakan sistem penggunaan dana investasi untuk dialokasikan pada obligasi dengan besaran minimal 80%. Biasanya, imbal balik profit atau keuntungan yang didapat akan lebih besar dibandingkan dengan pasar uang, yakni hingga 10% untuk tiap tahunnya.
  • Reksadana Pasar Uang. Berbeda dengan pendapatan tetap, khusus jenis pasar uang, biasanya dana dialokan untuk berinvestasi secara keseluruhan pada deposit, SBI maupun obligasi. Model ini memang relatif lebih mudah dan aman dari kendala kerugian. Hanya saja, keuntungan yang didapatkan sangat minim sekali.
  • Reksadana Saham. Di sisi lain, untuk jenis reksadana saham, umumnya uang investasi nantinya akan ditempatkan pada saham dengan persentase minimal 80%. Oleh sebab itu, reksadana saham ini akan membuat Anda jauh lebih memiliki banyak peluang mendapat keuntungan lebih tinggi. Akan tetapi, resiko kerugian yang didapat juga terbilang cukup besar. Sehingga, Anda harus benar-benar mempertimbangkan jenis investasi reksadana melalui saham seperti ini.

Investasi Saham

Jika Anda masuk dalam dunia investasi, tentu tak asing dengan istilah yang disebut saham. Namun, apa sih saham itu dan bagaimana cara kerjanya? Saham sendiri lebih diartikan sebagai instrumen yang dijadikan bukti seseorang atau lembaga yang memegang sebagian perusahaan atau kepemilikan. Pada umumnya, wujud dari bukti pemegang saham biasanya akan mendapat beberapa lembaran kertas dengan isi berupa pernyataan terkait soal kepemilikan dari surat berharga tersebut. Terkait soal investasi, tentu saja saham memberikan berbagai keuntungan yang menggiurkan sebagai instrumen investasi untuk jangka waktu yang panjang. Dalam soal profit, biasanya pemilik atau pemegang saham akan mendapat dua tipe keuntungan yang dipastikan bakal didapatkan oleh para investor.

  • Capital Gain. Artinya keuntungan yang diperoleh berdasarkan atas nominal daripada selisih antara harga jual saham dengan harga beli yang lebih rendah. Atau, dengan kata lain investor akan mendapat profit berdasarkan atas besaran nominal saham yang disetorkannya.
  • Dividen. Sedikit berbeda dengan capital gain, untuk jenis keuntungan dividen ini lebih cenderung kepada keuntungan sekunder. Yang dalam artian merupakan pendapatan tambahan yang nantinya akan masuk sebagai profit bagi para investor bilamana mereka melakukan transaksi pembelian dari emiten yang memiliki dinamika pendapatan nan tinggi. Terlepas dari dua keuntungan yang ditawarkan, tetap saja produk investasi aset berupa saham seperti ini tetap memiliki dampak dan resiko yang sangat tinggi. Seperti kerugian karena kehilangan modal, penghapusan saham dari catatan bursa, atau bangkrut. Tentu saja, semua resiko tersebut harus benar-benar untuk Anda pertimbangkan dan siap segala akan konsekuensinya.

Investasi Emas

Tidak bisa untuk dipungkiri bahwa emas menjadi barang berharga berwujud logam mulia yang turut menjadi alat atau instrumen investasi terbaik. Jenis investasi emas seperti ini tentu saja cocok untuk Anda yang memang memiliki tujuan jangka menengah maupun jangka panjang. Bukan tanpa alasan, secara dinamika harga jualnya, tentunya harga emas dari waktu-ke waktu selalu mengalami kenaikan. Tentu saja, jika Anda berinvestasi emas tahun ini maka 5 tahun atau 10 tahun mendatang maka akan didapatkan profit dua kali lipat yang lebih besar dari harga jual pertamanya. Dalam prakteknya, investasi emas memang dinilai lebih cocok untuk dijadikan instrumen bagi para pemula.

Ada beberapa jenis emas yang bisa dijadikan sebagai investasi untuk masa depan. Di antaranya seperti emas perhiasan, emas batangan, koin emas, dan masih banyak lagi. Namun, dari sekian banyak jenis emas yang bisa diinvestasikan, tampaknya adalah emas batangan atau perhiasan. Mengingat, keduanya mudah dilakukan secara mandiri dan tidak terlalu rumit sebagaimana saham, obligasi, maupun reksadana yang membutuhkan beberapa prosedur terkait. Maka dari itu, untuk Anda para pemula yang ingin masih mencoba belajar investasi, cobalah untuk membeli emas perhiasan beberapa gram. Kemudian, 2 tahun atau 3 tahun ke depan bisa dijual lagi dengan harga jual yang tentu jauh lebih tinggi dari harga beli pertama. Selisih itulah yang dijadikan profit atau keuntungan dari model investasi emas ini.

Trading Forex

Sedikit berbeda dengan jenis lain, Forex adalah salah satu instrumen yang memiliki tingkat resiko tinggi namun memiliki peluang keuntungan yang besar. Forex atau foreign exchange sendiri sebenarnya mekanisme investasi yang menggunakan valas atau jual beli mata uang asing. Secara teknisnya, Forex memang memiliki langkah yang mudah. Karena, Anda hanya tinggal membeli mata uang asing dan berharap jika nilai dari valas yang dibeli nantinya akan mengalami kenaikan. Misalnya seperti ini, Anda membeli mata uang atau valas Dollar (USD) dengan nilai Rp 9 ribu dan saat ini total dollar menjadi Rp 10 ribu, maka keuntungan yang Anda peroleh adalah Rp 1000 dari pembelian pertama. Artinya bahwa profit investasi yang bakal diperoleh oleh para investor tentunya bersumber dari jumlah selisih antara nilai kurs ketika Anda membeli dengan kurs yang tengah terjadi saat ini. Pada umumnya, jenis Forex seperti ini banyak dilakukan oleh para konglomerat yang memiliki pengalaman tinggi dan disokong oleh permodalan yang kuat. Mengenai soal permodalan dalam berinvestasi, sebenarnya ada langkah yang bisa diambil untuk mendapatkan modal besar guna menjadi pijakan awal dalam melakukan penanaman aset. Antara lain seperti :

Peer to Peer Lending

Peer-to-Peer-Lending yang pada dasarnya merupakan upaya untuk menghubungkan antara si pemberi pinjaman dengan peminjam secara online. Mekanismenya sendiri sangat mirip dengan sistem marketplace. Sehingga, bisa dikatakan bahwa peer-to-peer-lending ini sebagai marketplace untuk kegiatan pinjam maupun meminjam uang. Dengan memanfaatkan metode ini, tentu saja bisa memberikan manfaat atau solusi bagi Anda yang menginginkan pinjaman cepat guna dijadikan modal dalam berinvestasi. Jadi, metode peer-to-peer-lending seperti ini tentu dinilai sangat efektif sebagai salah satu jalan keluar di saat akan meminjam keuangan secara konvensional sangat rumit dan juga kompleks. Nah, biasanya metode peminjaman seperti ini bisa dijadikan jalan keluar untuk mendapatkan modal awal dalam melakukan investasi dalam beberapa jenis. Seperti investasi ternak online.

Ternak Online

Ternak online di sini lebih cenderung sebagai langkah investasi melalui hewan peliharaan yang bisa diambil manfaatnya. Dimana, untuk beberapa kasus memang ternak online memang menjadi pilihan bagi sebagian orang, khususnya yang benar-benar paham di dunia peternakan. Sehingga, dengan pengalamannya dalam soal peternakan, bisa dijadikan acuan dalam menentukan ke mana arah profit melalui ternak online seperti ini. Umumnya, hewan ternak yang bisa dijadikan sebagai investasi melalui platform online adalah sapi, kambing, dan ayam kampung/ayam potong. Karena, ketiga jenis hewan ternak tersebut bisa dijadikan instrumen investasi secara ternak online guna mendapatkan profit berdasarkan atas harga jual hewan ternak tersebut.

Cara Memulai Investasi dengan Modal Kecil

Investasi pemula modal kecil sudah barang tentu mampu mencuri perhatian, khususnya di kalangan kawula muda yang mulai sadar akan betapa perlu dan penting nya berinvestasi. Hanya saja, bagi kebanyakan orang yang masih pemula, muncul kekhawatiran untuk memulai berinvestasi. Bukan menakut-nakuti, tapi memang ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan untuk mengawali langkah investasi dengan modal kecil.

  1. Punya Tujuan Jangka Pendek, Menengah, dan Panjang. Jika Anda akan memulai investasi, pastikan sudah menentukan apa tujuan utama yang akan dicapai ketika berinvestasi. Baik dari jangka pendek, menengah, dan panjang. Pastikan setiap tujuan tersebut didasarkan atas kebutuhan, bukan sekedar keinginan semata. Sehingga, hasil atau keuntungan investasi ke depannya bisa lebih bermanfaat. Terkait soal tujuan berjangka, misalnya untuk jangka pendek seperti membeli gadget. Jangka menengah, mengumpulkan modal untuk membuka bisnis/usaha. Sedangkan, tujuan jangka panjang lebih kepada tujuan yang lebih utama. Seperti menikah atau pensiun.
  1. Pastikan Memiliki Modal untuk Diinvestasikan. Sudah barang tentu bahwa saat Anda akan memulai penanaman aset seperti ini, harus memiliki modal yang digunakan awal sebagai investasi. Jika Anda belum memiliki modal yang cukup maka Anda bisa menggunakan modal seadanya untuk diinvestasikan ke barang-barang berharga yang memiliki nilai jual tinggi tanpa ada penyusutan. Salah satunya seperti membeli perhiasan emas dengan bobot sesuai kemampuan modal. Yang mana, nantinya dalam beberapa waktu, misalnya 1 tahun setelah pembelian pertama, Anda bisa menjualnya dengan harga yang jelas lebih tinggi dari harga belinya. Ini termasuk dalam proses memulai investasi modal kecil namun memiliki potensi keuntungan yang terbilang menjanjikan ke depannya.
  1. Sesuaikan Investasi dengan Besaran Pemasukan Utama. Sebelum menentukan jenis investasi apa yang hendak digunakan, sebaiknya Anda untuk mempetimbangkan gaji yang didapat dengan jenis investasinya. Karena, setiap jenis investasi tentunya memiliki keunggulan masing-masing dan juga pula kekurangan yang berbeda-beda. Jika Anda hanya memiliki ketersediaan modal kecil karena jumlah gaji yang terbatas maka sebaiknya memilih instrumen investasi dengan pertimbangan resiko yang rendah. Sebut saja seperti investasi perhiasan emas maupun reksadana yang memang sangat cocok dijadikan instrumen atau alat dalam berinvestasi. Sebab, selain resikonya rendah, keuntungan atau profit yang akan diperoleh pun sangat menjanjikan kedepannya. Sehingga, hal ini benar-benar bisa diperhitungkan secara matang. Jadi, sangat disarankan sekali untuk selalu mempertimbangkan pemilihan jenis investasi apa yang hendak dilalui sesuai dengan keberadaan dana atau modal awalnya yang berasal dari gaji kerja.
  1. Mulailah dengan Menabung di Awal. Memang, untuk soal investasi di sini sangat berbeda jauh dengan menabung. Perbedaan tentu terletak di hasilnya. Menabung tidak akan merubah isi uang yang ditabung. Sedangkan, investasi bisa memperbanyak uang ketika uang digunakan untuk membeli aset berharga. Namun, jika memang belum ada sama sekali modal sebagai langkah awal untuk investasi, sebaiknya Anda untuk menabung terlebih dahulu. Yang mana, uang tabungan tersebut nantinya bisa dijadikan untuk modal pertama saat akan memulai investasi. Baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek. Dengan kata lain bahwa menabung di sini menjadi tahapan dalam proses untuk berinvestasi guna menjamin finansial di masa mendatang.
  1. Coba Deposito. Bila Anda memiliki uang tabungan maka akan lebih baik jika uang tersebut dimasukkan ke dalam deposito. Perlu untuk disampaikan bahwa deposito di sini merupakan salah satu alat atau instrumen jangka pendek yang dimiliki oleh semua bank. Biasanya, deposito seperti ini ditentukan berdasarkan lama jangka waktu dari mulai didepositkan hingga pada waktu diambil. Bisa per 3 bulan, 6 bulan, atau bahkan 1 tahun. Pada umumnya, keuntungan deposito seperti ini biasanya berkisar antara 5% sampai 8% untuk setiap tahunnya. Dengan resiko yang rendah tak heran bila deposito di sini menjadi pilihan investasi yang banyak digemari banyak orang. Maka, sangat cocok untuk Anda pertimbangkan jika hanya memiliki modal yang terbatas/kecil.
  1. Siap dengan Segala Resiko Kerugian. Dalam berinvestasi, baik modal kecil maupun modal besar, tentu semua tidak aka lepas dari resiko kerugian. Semakin besar keuntungan yang didapat, biasanya juga berpotensi mengalami kerugian besar. Begitu juga sebaliknya, keuntungan yang sedang-sedang saja maka kerugian pun juga tak terlalu signifikan. Maka dari itu, meskipun Anda memilih untuk investasi dengan modal kecil, sudah jelas jangan lupa untuk mempertimbangkan soal konsekuensi terkait dengan resiko kerugian saat melangkah melakukan investasi. Paling tidak, Anda bisa memilih instrumen investasi dengan resiko kerugian kecil, seperti deposito yang dinilai mudah dan tak banyak syarat.

Cara Meminimalisir Resiko Investasi

Tak bisa dipungkiri bahwa dalam menjalani investasi, tentu ada berbagai resiko yang perlu diperhatikan. Salah satu yang penting untuk dipertimbangkan adalah terkait dengan bagaimana menekan segala resiko atau dampak yang ditimbulkan dari investasi. Sehingga, keuntungan yang didapatkan pun kedepannya juga bakal jauh lebih berpotensi besar. Nah, berikut ini ada langkah-langkah terpadu yang perlu Anda lakukan untuk meminimalisir timbulnya resiko.

  1. Perpanjang Masa Waktu Investasi. Bagi para investor, tentu jangka waktu investasi memang seringkali mengambil waktu yang sangat lama. Hanya saja, untuk para pemula, terkadang masih berada pada level jangka mendekat maupun menengah. Padahal, jika investasi dilakukan dengan jangka waktu panjang maka resiko kerugian bisa dikurangi. Mengingat, beberapa jenis investasi memang baru terlihat hasilnya benar-benar pada rentang waktu 4 atau 5 tahun. Sehingga, resiko yang muncul di tahun pertama, tentu akan tertutup jika Anda mengambilnya dalam jangka waktu yang lama.
  1. Diversifikasi Investasi. Diversifikasi menjadi salah satu langkah penting yang patut dipertimbangkan sebagai langkah untuk meminimalisir resiko investasi. Bukan tanpa sebab mengingat diversifikasi di sini lebih menekankan kepada Anda untuk menggunakan beberapa instrumen investasi dalam satu waktu yang bersamaan. Sehingga, tentu saja potensi keuntungan tidak hanya didapat dari satu sumber saja melainkan dari sumber yang lain. Jadi, bila Anda saat ini masih menjadi seorang investor pemula, maka tidak ada salahnya berinvestasi dari yang mudah dan murah, di reksadana misalnya.
  1. Pantau Perkembangan Pasar. Di satu sisi, untuk mencegah resiko investasi maka Anda juga patut untuk mempertimbangkan apa saja yang terjadi di bursa pasar saham. Bukan tanpa sebab mengingat perkembangan pasar saham selalu mengalami perubahan dengan dinamika yang sulit diperhitungkan. Hal ini tentu sangat berarti bagi Anda yang memang telah berinvestasi melalui instrumen penanaman modal/saham. Dengan begitu maka tak bisa dipungkiri dan tak bisa untuk dihindari bahwa memantau perkembangan pasar saham adalah salah satu hal wajib untuk meliat progress kedepannya. Karena, kondisi pasar saham terkini akan memberikan dampak atau efek pada soal pemasukan atau profit yang nantinya akan Anda dapatkan.
  1. Berinvestasi dengan Modal Kecil. Dalam dunia investasi, semakin besar modal yang ditanam maka semakin tinggi pula resikonya. Begitupun sebaliknya juga, semakin rendah modal yang diinvestasikan, selanjutnya akan kian rendah pula resiko yang bakal dihadapi. Mengenai soal itu tentu saja berinvestasi dengan modal kecil adalah salah satu cara terbaik untuk setidaknya menekan resiko terjadinya kerugian akibat dari salah perhitungan dalam berinvestasi. Oleh karena alasan itu maka melakukan investasi dengan modal kecil adalah salah satu solusi terbaik guna menekan terjadinya risiko terhadap kerugian yang tentunya akan berdampak pada hasil atau profit/keuntungannya.
  1. Pelajari Setiap Kelebihan dan Kekurangan dari Masing-Masing Instrumen. Tak berbeda jauh dengan penjelasan sebelumnya, memang untuk menekan resiko investasi, tentu Anda harus benar-benar memahami dan mengenal setiap instrumen yang akan dipilih. Karena, dengan mengenal instrumen tersebut maka Anda bisa melakukan upaya antisipatif untuk mencegah atau setidaknya menghindari dampak kerugian besar saat tengah menanam investasi. Di satu sisi, mengetahui kelebihan maupun kekurangan dari setiap instrumen pun juga bisa dijadikan patokan bagi Anda sebelum benar-benar memastikan untuk memutuskannya. Dengan begitu maka setidaknya Anda bisa mengurangi intensitas kerugian yang dihasilkan atau diakibatkan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan satu sama lain.
  1. Investasi Kecil-Kecilan. Dalam setiap prakteknya memang tidak bisa untuk kita pungkiri bahwa investasi merupakan langkah besar yang tak bisa disepelekan begitu saja. Meskipun demikian, tentu Anda bisa mencoba melakukan investasi kecil-kecilan terlebih dahulu. Sebut saja seperti dengan membeli emas perhiasan 2 atau 3 gram saja. Walaupun sedikit namun bila Anda menjualnya 2 atau hingga 3 tahun ke depan, tentu harga jualnya akan lebih mahal ketimbang harga belinya. Ini bisa menjadi sebuah pelajaran berharga bagi Anda bahwa hal kecil dengan sedikit resiko dalam sebuah investasi tetap bisa memberikan keuntungan yang dirasa cukup menjanjikan. Hanya saja, Anda juga jangan salah pilih instrumen produk investasi apa yang akan digunakan. Setidaknya, gunakan instrumen yang sesuai dan tidak terlalu beresiko sekali. Namun, perlu diketahui kembali bahwa resiko yang kecil pun juga akan senada dengan keuntungannya yang kecil. Jadi, hal ini juga patut untuk Anda pertimbangkan secara mendalam.

Dari sekian banyak orang, terutama para kawula muda, memang investasi adalah langkah terbaik untuk menjamin jaminan finansial di masa depan mereka. Akibatnya, tak sedikit kini anak-anak muda milenial yang mulai tertarik untuk melakukan berinvestasi. Ini tentu menjadi kondisi positif atas kesadaran sebagian besar mahasiswa atau para kawula muda terhadap bagaimana perlunya sebuah langkah konkret untuk menghadapi tantangan finansial di masa-masa mendatang.

Nah, bagi Anda yang sudah sadar akan pentingya investasi namun masih merasa bingung, akan lebih baik untuk belajar terkait keuangan dan investasi di BimBimo.com. Karena, BimBimo.com menyajikan informasi mengenai tutorial cara bermain saham, investasi modal kecil, dan beberapa aktivitas keuangan/finansial. Dengan begitu maka sudah pasti wajar jika nantinya sedikit banyak bisa membantu Anda dalam mempersiapkan sekaligus mencegah terjadinya berbagai resiko atau pun dampak dalam berinvestasi.

Jadi, bagaimana kawan? Apakah sudah jelas dengan beberapa penjelasan lengkap mengenai cara memulai investasi bagi pemula di atas?

Sumber

https://www.akseleran.co.id/blog/investasi-saham/

https://www.simulasikredit.com/10-tip-investasi-bagi-pemula/

https://superyou.co.id/blog/keuangan/mr-instrumen-investasi-pemula/

https://www.kejarmimpi.id/ini-panduan-memulai-investasi-di-usia-muda.html

https://arkanafinance.co.id/id/cara-memahami-risiko-investasi/