Pengertian Investasi saham: jenis dan strategi penerapannya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on tumblr

Berikut beberapa penjabaran mengenai pengertian investasi saham, keuntungan yang didapatkan, jenis-jenisnya dan strategi investasi yang penting diketahui bagi investor pemula atau generasi milenial.

Pengertian investasi saham

Saham (dalam bahasa inggris dikenal dengan nama stock) adalah surat bukti kepemilikan suatu perusahaan. Pemegang saham adalah pemilik perusahaan atau orang yang menanamkan uangnya sebagai modal ke dalam perusahaan. Pemegang saham sebagai pemilik perusahaan berhak atas dividen, yaitu bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham, disamping berhak ikut serta dalam RUPS serta memilik hak suara sesuai dengan proporsi jumlah lembar saham yang dimilikinya. Kita dapat bermain saham dengan membeli saham perusahaan yang telah diperjualbelikan kepada masyarakat di bursa atau pasar saham. Di Indonesia, investasi saham dapat dilakukan di pasar modal yang memperjualbelikan surat berharga berupa saham, obligasi dan surat berharga lainnya dikenal sebagai BEI atau bursa efek indonesia.

Investasi saham menurut islam

Dalam Islam, investasi saham dapat disebut sebagai musahamah (saling ber-saham). Apa itu musahamah? Ya, musahamah merupakan salah satuturunan dari musyarakah. Pengertian musyarakah secara umum yaitu iuran atau penanaman modal dari dua orang atau lebih dalam rangka menjalankan suatu usaha (bisnis).

Menurut KBBI, musyarakah adalah serikat dagang, persekutuan, perseroan, atau suatu kontrak bagi hasil, baik keuntungan maupun kerugian yang kemudian dibagi sesuai dengan porsi investasi. Dengan kata lain, investasi saham merupakan kegiatan yang halal untuk dilakukan.

Apakah investasi saham haram? Berikut penjelasan DSN MUI yang mengutiptiga pendapat ulama yang membolehkan aktivitas investasi saham, sebagai berikut:

  1. Pendapat pertama: “bermualamah dengan melakukan transaksi jual beli saham hukumnya adalah boleh karena pemilik/pemegang saham merupakan mitra dalam perseroan yang memiliki porsi kepemilikan saham dengan jumlah tertentu.”
  1. Pendapat kedua: “saham-saham di dalam suatu perseroan yang diperbolehkan yaitu seperti saham perusahaan dagang atau perusahaan manufaktur. Ber-musahamah (saling ber-saham), dan ber-syarikah (kerja sama), serta melakukan transaksi saham suatu perusahaan hukumnya boleh, asalkan perusahaan tersebut benar-benar ada dan tidak mengandung ketidakjelasan serta ketidakpastian yang signifikan.

Hal ini dikarenakan saham merupakan bagian dari kepemilikan modal yang bisa memberikan keuntungan (laba) kepada parapemilik/pemegang saham sebagai imbal hasil dari kegiatan bisnis dan perniagaan tersebut. Dengan demikian, kegiatan investasi saham tersebut hukumnya halal tanpa ada keraguan.”

  1. Pendapat ketiga: “boleh menjual dan menjaminkan suatu saham asalkan tetap memperhatikan aturan yang berlaku pada perseroan.”

Dikutip dari: https://www.edusaham.com/2019/03/apakah-investasi-saham-haram-hukum-trading-menabung.html

Meraup Keuntungan dari Investasi Saham

Seperti yang dijelaskan oleh Robert Kiyoshi ada empat kuadran klasifikasi penghasil keuangan yaitu: Karyawan (kuadran E), pengusaha kecul (Kuadran S), Pemilik Bisnis dan Investor seperti terlihat pada bagan dibawah.

Jalan terbaik untuk mendapatkan kemerdekaan finansial adalah dengan menyisihkan sebagian pemasukkan kita dan menginvestasikannya kembali sehingga menghasilkan sumber pemasukkan yang baru. Seperti terlihat pada kuadran diatas penghasilan investor dan business owner merupakan pemasukkan pasif dimana kita tidak terlibat secara aktif dalam aktivitas yang menghasilkan. Salah satu cara untuk kita mendapatkan pemasukkan pasif adalah melalui investasi saham.

Saham atau stock / share dalam bahasa inggris ini merupakan suatu usaha menanamkan uang kedalam suatu perusahaan dalam bentuk modal. Saham sendiri merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Kita dalam membeli saham melalui perusahaan sekuritas yang melalui pasar saham seperti bursa efek indonesia (BEI).

Baca juga halaman investasi disini.

Jenis-jenis saham dilihat dari segi aktifitas

Ada dua jenis saham dilihat dari aktifitasnya yaitu dari aktifitas investasi atau pembelian modal perusahaan, dan yang kedua adalah melalui trading atau jual beli saham. Keduanya dapat dibedakan dari dasar untuk pengambilan keputusan yang diberlakukan dimana investasi saham dilakukan atas dasar analisis fundamental sedangkan untuk trading digunakan analisis teknikal. Analisis fundamental mendasarkan pada faktor lingkungan seperti lingkungan bisnis, makro, mikro dan persaingan yang terjadi pada perusahaan. Pada analisis teknikal lebih ditekankan pada bagaimana cara melihat trend pasar, naik turunnya harga saham untuk pengambilan keputusan. Karakteristik kedua dilihat dari jangka waktunya dimana untuk investasi saham cenderung memiliki jangka waktu yang lebih panjang ketimbang untuk jual beli saham.

Strategi jual beli saham dengan metode 3 saringan

Disini saya menjelaskan strategi trading yang dicetuskan oleh Dr. Alexander Elder, dalam bukunya trading for living. Strategi yang digunakan disini menggunakan tiga saringan berdasarkan teori Dow, yang menyatakan bahwa ada tiga fase trend, yaitu metode tiga saringan dimana dikatakan bahwa bila ketiganya memenuhi kriteria akan memiliki probabilitas keuntungan yang tinggi.

  • Gelombang Pasar. Pada saringan ini kita melihat trend dalam jangka panjang. Dimana bila ada kecenderungan meningkat maka sebaiknya kita melakukan pembelian atau menunggu. Begitu juga sebaliknya pada saat gelombang utama memiliki trend menurun kita memiliki opsi menunggu atau melakukan penjualan saham.
  • Ombak Pasar. Saringan yang kedua ini memiliki rentang waktu pendek dengan melihat osilasi trend pada jangka waktu mingguan atau harian. Bila kecenderungan gelombang ke arah naik, maka sistem saringan tiga hanya memberikan sinyal beli dari osilasi ombak (fluktuasi harian) tanpa memedulikan sinyal jual. BIla kecenderungan ombak ke arah turun, gelombang ke arah turun, sistem saringan tiga hanya meberikan sinyal jual dari osilasi ombak tanpa memedulikan sinyal beli.
  • Terobosan riak harian. Saringan ketiga ini tidak membutuhkan indikator atau grafik. Pada saringan ini kita menentukan tindakan dari dua saringan sebelumnya. Pada saaat araha kecenderungan mingguan naik dan osilasi harga harian turun, maka tindakan beli dan berhenti diberlakukan. Pada saat arah kecenderungan mingguan turun, tunggu kenaikan osilasi harian untuk melakukan tindakan jual dan berhenti. Menggunakan teknik peneluusuran beli dan berhenti pada saat arah kecenderungan mingguan naik dan osilasi harian turun. Menggunakan teknik penelusuran jual dan berhenti pada saaat arah kecenderungan mingguan turn dan osilasi harian naik.
Ringkasan sistem tiga saringan

Cara investasi saham online

Banyak sekuritas yang menyediakan investasi saham, namun kita hanya akan bahas cara buka rekening saham online pada Mandiri Sekuritas. Ikuti panduan lengkapnya disini.

Strategi penerapan saham investasi

Seperti yang dijelaskan sebelumnya investasi saham menggunakan analisis fundamental. Pada saham investasi meraup keuntungan dari jangka waktu yang panjang 5, 10 bahkan bisa mencapai 20 tahun. Dimana pada jual beli saham bisa mendapatkan keuntungan pada jangka pendek dengan melakukan kegiatan trading harian atau mingguan. Ada tiga bagian untuk analisis saham yaitu analisis lingkungan bisnis perusahaan, keuangan dan rasio keuangan yang mencakup rasio investasi.

  • Analisis lingkungan bisnis. Pada tahap ini kita melihat perusahaan dari segi lingkungan makro, mikro dan persaingannya. Lingkungan makro mencakup PEST (Political/legal, economic, social, technology) atau biasa disebut dengan Ipoleksosbud (Ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan). Lingkungan bisnis memiliki pengaruh terhadap keberlangsungan perusahaan, dimana lingkungan yang kondusif akan mendorong kemajuan perusahaan begitu juga sebaliknya lingkungan yang kurang kondusif akan menghambat laju perusahaan.
  • Analisis laporan keuangan. Laporan keungan perusahaan merupakan basis bagi para investor untuk melihat apakah perusahaan itu sehat dan kuat untuk melkukan pengembangan. Laporan ini dapat dilihat dari laporan triwulan dan tahunan. Ada tiga laporan keuangan perusahaan yang dapat dijadikan acuan yaitu neraca, laporan rugi laba, perubahan posisi keuangan dan catatan atas laporan kerugian.
  • Analisis Rasio Keuangan. Pada dasarnya perusahaan yang sehat dan kuat akan memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai hal: seperti kemampuan untuk melunasi keuangan jangka pendek (likuiditas), kemampuan untuk memenuhi keseluruhan kewajiban (solvabilitas), serta kemampuan untuk menghasilkan laba (Rentabilitas/Solvabilitas). Singkatnya perusahaan yang baik untuk investasi adalah perusahaan yang profitable, liquid, dan solvable. Berikut dijabarkan beberapa rasio penting:
    • Rasio likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban hutang jangka pendek beberapa indikatornya:rasio lancar, rasio cepat dan rasio kas.
    • Rasio solvabilitas yang diperhatikan adalah rasio hutang atas aktiva dan rasio hutang atas ekuitas.
    • Rasio rentabilitas atau profitabilitas. Rentabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk mendapatkan imbalan dari modal yang ditanamkan, sedangkan profitabilitas adalah kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dari penjualannya: imbalan atas aktiva, imbalan atas aktiva, imbalan atas ekuitas, marjin laba bruto, marjin laba usaha dan marjin laba bersih.
    • Rasio Aktivitas. Menunjukkan tingak keaktifan dari aktiva perusahaan, mengukur seberapa cepat pos atau rekening aktiva berputar dalam suatu periode: Perputaran piutang, hari rata-rata pengumpulan piutang, perputaran persediaan, perputaran aktiva lancar, perputaran aktiva.
    • Rasio investasi adalah ukuran rasio yang digunakan untuk oleh para investor yang didapatkan dari data laporan keuangan perusahaan maupun harga saham pada pasar bursa: EPS (earning per share, PER (Price Earning Ratio), DPS (dividen per share), DPR (dividend payout ratio), DYR (dividend yield ratio), BVPS (Book value per share), dan MBVR (Market to book value ratio).

Dalam Dunia Investasi, Penting Untuk Mengetahui Pergerakan Harga Saham Setiap Periodenya. Stabil Atau Tidaknya Saham Menunjukkan Kesehatan Sebuah Perusahaan.

Ketika terjun dalam dunia investasi, penting bagi Anda untuk mengetahui pergerakan harga saham. Periode pergerakan di setiap bulan dan tahunnya dapat dijadikan pertimbangan bagi Anda dalam memilih investasi.

Lebih lengkapnya baca disini.

Cermat berinvestasi saham atau trading

Sebelum membeli atau berdagang saham cermatilah proporsi keungan yang akan anda sisihkan untuk berinvestasi. Mulailah dari jumlah yang kecil sebagai tahap pembelajaran. Konsistensi adalah kuncinya, terus giat mencari peluang pasar dengan melihat resiko atas keuntungan yang akan didapatkan sehingga kita tidak terjerumus dengan investasi yang merugikan. Ibarat celengan babi semakin rakus anda maka semakin terjerumus dengan lubang kenestapaan.

Ingin belajar tentang investasi di Pasar Modal Indonesia?

Ikuti Sekolah Pasar Modal (SPM) yang diselenggarakan BEI:

https://www.idx.co.id/investor/buka-rekening-online/